Akhir Era Monorel Jakarta: Pembongkaran Tiang Dimulai Januari 2026

Prediksi Toto Macau — Babak akhir dari salah satu proyek infrastruktur yang paling banyak disorot di Ibu Kota akhirnya tiba. Deretan tiang monorel yang telah berdiri mangkrak di median Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, selama hampir dua dekade kini bersiap untuk dibongkar. Keputusan ini diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menandai penutupan resmi dari proyek transportasi ambisius yang tak kunjung terwujud.

Jadwal dan Pelaksanaan Pembongkaran

Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, proses pembongkaran struktur beton ikonik tersebut dijadwalkan akan dimulai pada pekan ketiga Januari 2026. Pramono menegaskan bahwa pelaksanaan sepenuhnya akan ditangani oleh Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga.

“Untuk pembongkaran tiang monorel, seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, akan kami lakukan pada minggu ketiga. Kemungkinan pada hari Selasa atau Rabu,” jelas Pramono dalam keterangannya di Jakarta Pusat, Selasa 6 Januari 2026.

Latar Belakang Keputusan

Keputusan untuk membongkar secara mandiri ini diambil setelah PT Adhi Karya Tbk, pihak yang terlibat dalam proyek monorel, dinilai tidak memenuhi permintaan Pemprov DKI sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan. Ultimatum tersebut diberikan usai Pemprov menerima surat dari Kejaksaan Tinggi yang menyatakan bahwa persoalan hukum terkait proyek telah berakhir, sehingga pembenahan kawasan dapat dilanjutkan.

“Kami telah mengirim surat kepada Adhi Karya dan batas waktunya telah lewat. Oleh karena itu, kami akan melakukan pembongkaran sendiri. Lokasi penempatan material bekas bongkaran sepenuhnya menjadi kewenangan Jakarta,” tegas Pramono. Meski demikian, Gubernur masih enggan merinci nilai anggaran yang akan dikucurkan untuk proses pembongkaran ini.

Keberadaan tiang-tiang beton itu telah lama menjadi simbol dari proyek yang tertunda dan pemborosan ruang publik. Pembongkarannya tidak hanya akan mengubah wajah kawasan Rasuna Said, tetapi juga diharapkan dapat menjadi titik balik dalam penataan infrastruktur transportasi Jakarta yang lebih realistis dan terencana.

By admin