Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Ketahanan Pangan Nasional

RTP tinggi vs rendah

Keterlibatan generasi muda, khususnya melalui organisasi seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dinilai sebagai elemen kunci dalam upaya regenerasi petani dan penguatan produktivitas pertanian daerah. Langkah strategis ini diyakini dapat memperkokoh fondasi ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di tengah tantangan global.

Kolaborasi Strategis untuk Swasembada Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kerja sama antara Pengurus Pusat KAMMI dan Kementerian Pertanian merupakan bentuk respons konkret terhadap tantangan ketahanan pangan. Kolaborasi ini sekaligus mendukung program swasembada pangan yang menjadi agenda prioritas nasional.

“Sinergi ini adalah bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi potensi krisis pangan global,” ujar Amran. Dukungan aktif dari generasi muda dianggap sebagai angin segar bagi percepatan pencapaian target produksi nasional.

Bukti Nyata dari Lapangan

Komitmen tersebut tidak hanya wacana. Brigade Pangan KAMMI di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, telah membuahkan hasil nyata berupa produksi beras yang diserahkan secara simbolis kepada Menteri Pertanian di Jakarta. Penyerahan sampel Beras Sambas dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah dan Ketua Bidang Lingkungan Hidup PP KAMMI Aulia Furqon.

Aksi ini menjadi simbol nyata keterlibatan organisasi kepemudaan dalam mendorong peningkatan produksi dan agenda besar swasembada pangan Indonesia.

Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Ahmad Jundi Khalifatullah menekankan bahwa ketahanan pangan adalah agenda strategis bangsa yang memerlukan partisipasi semua pihak, termasuk mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa harus turun langsung dan menjadi bagian dari solusi.

“Apa yang kami lakukan di Sambas adalah bukti bahwa pemuda mampu menjadi motor penggerak produktivitas pertanian dan kemandirian daerah,” tegas Jundi. Ia sebelumnya memimpin langsung panen raya di lokasi tersebut sebagai bentuk pembinaan berbasis pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi lahan.

Modernisasi dan Keberpihakan

Mentan Amran juga menekankan pentingnya modernisasi pertanian yang berlandaskan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, modernisasi alat pertanian bukan semata persoalan teknologi, tetapi lebih pada aspek keberpihakan.

“Ketika petani dimudahkan dalam pengolahan lahan, produktivitas meningkat, kesejahteraan naik, dan daerah menjadi kuat. Inilah fondasi kedaulatan pangan nasional,” jelas Amran.

Membuka Babak Baru Kolaborasi

Aulia Furqon dari PP KAMMI mengapresiasi kepemimpinan Mentan Amran yang dinilai progresif dan konsisten dalam memberikan perhatian serta ruang strategis bagi pemuda. Ia menilai Amran sebagai Menteri Pertanian pertama yang secara konsisten melibatkan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian.

“Komitmen ini membuka babak baru kolaborasi antara pemerintah dan gerakan mahasiswa untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” ujar Aulia. Harapannya, semangat dan inisiatif mahasiswa ini dapat memberikan dampak yang inklusif dan berkelanjutan bagi masa depan pertanian nasional.

By admin